KENDALA MODAL USAHA.

Modal adalah salah satu faktor dalam usaha. Sebaliknya lembaga keuangan tersedia cukup modal. Dan juga bisa kerjasama dengan investor. Oleh sebab itu kendala modal usaha tidak masalah, selama pasar meyakinkan.

Kendala modal di Tasikmalaya.





Kendala modal ATK

Pada tahun 2017 saya menikah. Dan pindah dari Bekasi ikut suami ke Tasikmalaya. Meninggalkan pekerjaan di Jakarta. Suami memulai usaha ATK (Alat Tulis Kantor) dan Perabotan di Tasikmalaya. Pemasarannya keliling ke pelosok pelosok hingga ke Gunung Galunggung. Dan juga di kota.

Sebenarnya orderan banyak, tetapi kendala modal usaha. Kami tidak punya langganan supplier dengan pembayaran tempo. Sebaliknya, order toko suka pembayaran tempo. Sedang pembayaran cash sedikit. Akhirnya sampai di satu titik kurang membawa kehidupan yang lebih baik. Lalu kami memutuskan banting stir.

Kendala modal di Magelang.

Tasikmalaya kami tinggalkan dan kembali mudik ke Jawa Tengah. Kebetulan suami dapat panggilan bekerja jadi medical representative. Karena sudah pernah bekerja sebagai medrep.

Lalu saya buka Forum jual beli Magelang di Face book. Kemudian kami menjadi reseller sabun cair dan pewangi dengan modal Rp 500.000. Karena daerah Magelang – Jogja jenisusaha ini banyak. Sedang pemasarannya toko toko, cucian motor dan laundry. Dan hasilnya cukup lumayan.

Tetapi sayang kami tertipu waktu stock kami naikkan. Rupanya supplier ada conflict of interest dalam perusahaan. Produknya dibuat diluar perusahaan. Dan kwalitasnya berubah. Akhirnya kostumer complain dan kami stop jualan.

Usaha makanan.

Reseller sabun cair ditinggalkan dan banting stir untuk kedua kali. Kali ini usaha makanan empek empek dengan modal awal Rp 100.000. Awalnya, suami posting empek empek buatan saya di forum. Orderan diantar suami karena belum ada ojek online. Kedai 17 ini tidak bertahan lama. Sebabnya adalah karena suami tidak punya waktu karena target kerja meningkat. Sementara itu sepeda motor cuma satu milik suami. Akibatnya pelanggan yang sudah ada hilang dari peredaran.

Kemudian saya menerima pesanan kue basah dan bolu. Tapi usaha inipun tidak konsisten. Sebabnya karena saya kurang percaya diri produksi secara rutin. Disamping itu, saya masih nabung untuk beli alat baking.

Akhirnya, walaupun jatuh bangun, naik turun. Kami jalani dengan selow menjalaninya. Tetapi sebenarnya gregetan ingin cepat besar. Kami tetap berdoa menjalaninya pelan pelan dengan kendala modal usaha. Semoga kisah ini bermanfaat bagi pembaca Puan

Baca juga : BISNIS MODAL NEKAD HINGGA STABIL.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of