SUKA DUKA BERPARTNER DENGAN PASANGAN.

Oleh Naning Sudiarti, Gresik. Editor : Pinondang Situmeang

Menjalankan usaha dengan pasangan itu menggairahkan. Tetapi perlu saling menopang. Dan juga berbagi tugas. Namun jangan sampai menyerah menghadapi masalah. Karena nikmat berpartner dengan pasangan.

Berpartner sejak pacaran.

Pasangan sebagai executor Rumput laut

Saya merintis usaha bersama pacar. Tapi kami belum punya modal. Lalu orang tua memberi Rp 3 juta, 17 thn yang lalu. Karena belum pengalaman banyak suka duka. Jatuh bangun berdarah darah. Dan juga air mata. Bahkan saldo tabungangan tersisa Rp 13.750. Sehingga makanpun ikut orangtua. Dan juga bantu cicil kredit ke Bank.

Kemudian kami berbagi tugas. Saya yang cari order. Sedang pacar sebagai executor. Demi kelancaran excekusi, pacar saya resign dari pekerjaannya. Begitu menikah tugas tetap tidak berubah. Bahkan menjadi bertambah. Saya menteri perdagangan merangkap menteri keuangan. Sedang suami menteri PU dan Perindustrian.

Jadi sebagai istri maupun partner tugas saya tetap. Yaitu pegang uang. Kasihan deh suami. He he he. Walau suami yang pontang panting di lapangan. Dan pemilik rekening. Tetapi istri yang pegang token Bank. Begitu suka duka berpartner dengan pasangan.

Token ditangan pasangan

Segi sukanya berpartner.

Sulit diungkapkan suka dukanya . Seperti nano nano.campur aduk rasanya. Salah satu segi enaknya ialah gaji suami. Pertama, uang belanja istri. Kedua, sebagai tunjangan rumah tangga. Ketiga sebagai uang saku suami. Nah lho….ha ha ha.

Suka yang lain ialah selalu bersama sama. Seperti perjalanan keluar kota dibiayai perusahaan sambil honeymoon berulang ulang. Enak khan. Disamping itu jika ada yang perlu didiskusikan gampang. Tidak perlu rapat khusus. Bisa dalam perjalanan ke luar kota. Atau ke gudang dan antar anak ke sekolah. Bahkan di kamar tidur. Sssttt. Ini yang paling nikmat. He he he.

Segi dukanya berpasangan.

Bagian tak enaknya ternyata lebih sulit mengatasinya. Kalau keuangan bermasalah bokeknya berjamaah. Apalagi jika terjadi konflik dirumah. Dan jangan dibayangkan selalu rukun. Seperti bahagia ever after kayaknya sinetron. Sebaliknya, sering saling diam walau sama di gudang. Bahkan bisa seharian. Benar benar suasana tidak enak. Mau bicara gengsi. Tapi tidak bicara bosan. Hadew jengkel kan.

Akibat jeleknya yang jadi korban karyawan. Mereka jadi pak pos pembawa berita ke kami masing masing. Dan lucunya terjadi berulang ulang. He he he. Tapi lucunya suami bertahan puluhan tahun mesti tak enak.

Diatas itu semua, suami tidak bisa nilap istri. Dan kemana mana “ngintil”. Istri tahu schedulenya dan pergi dengan siapa. Dan apabila muka istri curiga, janjian minum di warkop jadi batal.He he he he. Yang terakhir istri tahu berul isi dompet pasangannya. Dan jika ditodong minta jalan jalan, tekor suami makin dalam. Karena ternyata PIN ATM istri yang simpan. Alamaaak.

Suksesnya berpartner.

Ternyata dibalik kesuksesan ada taktik yang perlu difahami istri. Pertama, ada suami kadang memilih dittindas. Kedua, ada istri yang memaksakan kehendak.

Walau banyak dukanya kami bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan sudah sampai 17 thn. Dan telah memiliki gudang di komplex pergudangan. Kami tetap partner yang saling mengandalkan. Juga berpartner dalam rumah tangga selamanya. AMINNN.

Yang terakhir ada 2 pesan untuk berpasangan : 1. Bos tidak pernah salah dalam perusahaan. 2. Istri selalu benar dalam rumah tangga.

Baca juga : JANGAN BEKERJASAMA TANPA SURAT PERJANJIAN.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of