Memulai usaha tanpa modal.

Disarikan dari tulisan Handy Ken

Memulai usaha dengan modal cukup belum tentu berhasil. Tetapi memulai usaha tanpa modal, baru menarik. Ada 3 caranya supaya berhasil.

1. Hidup hemat untuk modal.

Papa keluar dari fabrik sepatu lalu menjadi supir taxi. Kemudian papa menabung sedikit demi sedikt. Lalu membeli hak pengelolaan taxi tsb. Dan dengan hidup hemat papa membangun tingkat rumah kami. Hanya dari bahan kayu. Kami tinggal di lantai 2, sedang dibawah rencana toko spare part mobil. Ide buka usaha tanpa modal bikin geleng geleng kepala.

Sementara itu kami adalah keluarga besar, 8 orang, yang butuh biaya besar. Oleh sebab itu ibu sangat hemat. Masih ingat ibu beli 1 mangkok bakso. Dan minta kuah yang banyak. Lalu setiap bakso itu dibagi 8, ditambah kuah dan nasi. Itulah nikmatnya.

2. Kerjasama nyaris tanpa modal.

Sparepart tanpa modal, mungkinkah?

Lalu bagaimana membuka usaha tanpa modal?. Karena modal hanya sisa untuk pasang rak dan beli spare parts seadanya. Hanya baut dan bohlam. Ide papa ini yang bikin geleng geleng kepala.

Kemudian bekerjasama dengan bengkel dan toko spare parts terdekat. Setiap pembeli kami arahkan ke toko dan bengkel tsb. Sebagai imbalannya, papa hanya meminta “kemasan bekas” dalam kondisi baik. Lalu kardus kosong tsb dipajang di rak rak. Seolah olah ada isinya. Sementara itu jika pembeli minta barang akan diambil dari toko terdekat. Begitulah bolak balik. Seolah toko kami seperti cabang mereka.

Pada awalnya kami tidak ambil untung untuk meramaikan toko. Mama yang menjaga toko. Sedang papa bawa taxi untuk kehidupan keluarga. Akhirnya pelan pelan papa menambah stock barang. Dan supplier berdatangan dengan pembayaran tempo. Begitulah usaha tanpa modal. Kemudian toko menjadi ramai karena harga bersaing. Pada akhirnya dari keuntungan, papa membeli sebuah bangunan. Lokasinya dekat, hanya jarak 5 rumah. Dan menjadi toko spare parts kedua.

Toko kami “merajai” didaerah itu karena harga bersaing. Dan kerjasama dengan bengkel bengkel sekitar. Serta hubungan baik dengan pembeli setia.

3. Networks adalah modal.

Masa kelam kerusuhan Mei 1998 kedua toko dijarah dan dibakar. Tapi alhamdulillah kami selamat Walau kami shock kami harus bangkit. Karena kami butuh makan. Berkat hubungan baik dengan networks kedua toko dibangun kembali. Pertama, supplier drop barang dengan pembayaran tempo. Kedua, Bank percaya memberi kredit.Ketiga, keakraban hubungan dengan pembeli. Akhirnya toko kami ramai kembali. Alhamdulillah.

Bersamaan dengan itu sepeninggal eyang dari fihak mama mewariskan tanah. Lokasinya dipinggir jalan raya pula. Lalu kami mendirikan toko ke tiga disana.

Diatas semua itu, ketika papa berpulang thn 2000 meninggalkan warisan. Meninggalkan bekal buat kami yang dicintainya. Dan dia akan bahagia disana karena semua anak anaknya sukses.

LANGKAHMU TELAH PARIPURNA PAPA.

Baca juga BISNIS GEMSTONE MODAL DENGKUL YANG UTAMA..

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of