Kunci itu ada di Cinta.

Disarikan dari tulisan Nui Hendranata.

Seberapa beratpun beban bisa menjadi ringan. Misalnya berpisah dengan pasangan karena tugas. Atau resign jadi PNS diwaktu muda. Beban itu menjadi ringan karena kunci itu ada di cinta. Lalu fokuslah bekerja apapun demi cinta.

Bu Nui menjalankan bisnis dng cinta

Antara tugas dan cinta.

Sayang menyayangi itu kunci

Ada rasa bangga wisuda Perguruan Tinggi kedinasan dihadiri Presiden SBY. Setelah itu masuk masa orientasi Kementerian. Dan hati berbunga bunga berjumpa belahan hati. Lalu 3 bulan kemmudian datang berita mengejutkan. Saya ditugaskan ke Sentani, Papua. Lalu hubungan cinta kami dilakukan LDR. Karena ada cinta, 2 thn kemudian kami menikah.

Masa kehamilan di Papua, saya menyiapkan perlengkapan bayi. Karena di Papua langka lalu saya bersahabat dengan internet. Kemudian saya belajar membeli barang dari Luar. Dan apabila tidak laku dijual, untuk dipakai bayi saya. Begitu pikiran pada awalnya.

Selanjutnya membangun web sendiri. Dan posting baju bayi dengan label harga. Akibatnya diluar dugaan handphone saya berdering terus. Oderpun datang. Disamping itu saya mencari hiburan keluar masuk Grosir. Yaitu mencari harga termurah.

Niat iseng itu ternyata menghasilkan. Dan karena ada cinta saya berbagi tugas dengan suami. Orderan saya terima di Papua. Sedang packing dan pengiriman oleh duami dari Surabaya. Tentu komunikasi via telpon, SMS atau BBM.

Sementara itu order juga masuk dari luar. Yaitu dari Jeddah, Brunei, Malaysia, Singapura dan Australia. Paket dikirim via Pos dan pembayaran via Western Union agar kurs langsung dirupiahkan. Disamping itu saya juga mulai impor. Pertama, botol susu merk Podee dari California. Kedua, textile, mainan dan accessoris dari China.

Dalam freezer ada cinta.

Menyimpan air susu di freezer bukti cinta

Senang rasanya dipindah ke Sumenep, Madura. Namun hanya bisa ketemu bayi saya 48 jam seminggu. Tetapi karena cinta saya ingin menyusui bayi saya. Oleh sebab itu saya harus menyiapkan asi untuk seminggu. Untuk itu saya beli 1 unit freezer. Karena belum ada freezer sewa.

Setelah masa menyusui 6 bulan usai, lalu saya buat website sewa freezer asi. Dan tanpa diduga dalam seminggu permintaan membludak. Untuk memenuhinya saya kredit freezer. Selanjutnya sewa itulah yang mengangsur kredit. Dengan kata lain modal beli freezer boleh dikatakan nol. Bahkan, mendapat suntikan modal untuk perlengkapan bayi.

Sejak saat itu saya sibuk memikirkan strategy. Bahkan sampai menjalin relasi di Luar Negeri. Sehingga bisa begadang karena perbedaan waktu. Pada hal, saya masih aktif sebagai PNS. Kesibukan tsb untuk mengalihkan kesedihan jauh dari anak dan suami.

Akibatnya volume bisnis meningkat. Dan pegawai juga bertambah. Untuk pengecekan laporan dilakukan oleh suami. Sedang instruksi saya lakukan via telpon. Akhirnya penghasilan bulanan menjadi stabil. Bahkan melebihi gaji sebagai PNS.

Resign karena ada cinta.

Setelah anak kedua lahir merupakan moment yang menyayat hati. Suami melepas kepergianku ke Madura dengan berkata lirih. “Pergilah kejar mimpimu, saya akan setia menunggumu dirumah”. Terus dia melanjutkan “Saya berdoa jikapun kamu meninggalkanku lebih dulu didunia ini, saya berharap Tuhan akan mengambilku juga. Karena saya tidak pernah akan sanggup”.

Lalu tas yang dibahu luruh jatuh ke lantai. Dan air mata saya menetes, tidak sanggup menatap muka suami yang sedang menggendong anak kedua. Sementara itu anak pertama menggelayut manja dengan pembantu dengan memanggilnya “ibu”. Dan anak saya terlihat acuh melihat saya menangis didepan pintu. Seolah tidak merasakan saya adalah ibunya. Lalu saya membanting tas masuk kerumah. Dan menggendong anak pertama.

Bagi anda yang sedang membaca kisah ini boleh percaya atau tidak. Bahwa saya mengetik sambil berurai air mata. Rasanya sesak didada. Juga cemburu dan marah melihat kedekatan pembantu dengan anak saya. Sebaliknya, hati berkecamuk merasakan kesabaran, dukungan suami atas keinginan dan apa yang saya lakukan. Semua karena kunci itu ada di cinta.

Lalu saya putuskan berhenti menjadi pegawai. Sebaliknya keluarga besar kecewa. Namun saya tidak gentar karena kunci itu ada di cinta suami. Karena cinta, doa dan kerja keras suami. Diatas semua itu saya mau buktikan bahwa pegawai bukan satu2nya yang terbaik.

Pada akhirnya, ibu saya bangga memperkenalkan kepada koleganya bahwa anaknya seorang pengusaha di Surabaya. Dan sebagai bukti cinta kepada keluarga suami memberi dorongan. Tetap semangat dan sehat kelak menikmati hari tua bersama sama. Amin.

Baca juga BISNIS MODAL NEKAD HINGGA STABIL

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of