Menang perkara perdata tanpa pengacara

Sulit membayangkan menang perkara tanpa pengacara. Karena dunia peradilan seperti hutan belantara. Perlu ada pandu petunjuk jalan. Itulah fungsi pengacara yang dibayar mahal. Oleh sebab itu agak mustahil menang perkara tanpa pengacara. Walaupun begitu mari ikuti kisah selanjutnya.

Proses perkara di Pengadilan.

Mahkamah Agung

Pada awalnya saya menggunakan pengacara terkenal.Tetapi kalah di Pengadilan. Negeri. Sedang dia menjanjikan pasti menang. Karena kasusnya mudah. Yaitu karena terdakwa memutus kontrak sewa. Apa pasal. Ketua Majelis hakim minta amlop. Alasannya karena mau pensiun. Tentu kami tidak mau. Karena kami tidak bersalah.

Karena kesal, kami mencabut Surat kuasa. Dan bertekad maju perkara tanpa pengacara. Hanya dibantu SH muda. Menurut prosedur hukum, itu boleh. Kemudian naik banding ke Pengadilan Tinggi.

Kemudian kami ketemu 2 hakim Pengadilan Tinggi yang jujur. Mereka mengatakan :” Kalian akan menang perkara”. Alasannya karena pemutusan kontrak sefihak. Sejujurnya, kami tidak berjanji akan memberi jika menang perkara. Sebaliknya, mereka tidak minta.

Hakim wanita itu memang benar. Terdakwa tidak sadar isi kontraknya. Karena memutuskan kontrak syaratnya kami tidak sanggup melaksanakan pekerjaan. Itupun setelah 3x Surat peringatan. Sebaliknya, kami selalu siap bekerja. Dan juga tidak pernah terima SP 1-3.

Masalah terdakwa diputus kontrak oleh main contractor bukan salah kami. Akibat lanjutannya kontrak dengan kami sebagai Sub kontraktor diputus. Alasannya karena krisis ekonomi. Dan semua itu tidak disebutkan di dalam kontrak. Kontrak yang tadinya 2 thn dikurangi jadi 1 tahun. Kontraknya adalah menyewakan 2 alat berat bongkar muat kontainer. Namanya Stacker. Pekerjaannya memuat kontainer ke truk. Atau membongkar kontainer dan menumpuknya di lapangan. Oleh karena itu 2 hakim Pengadilan Tinggi yakin menang. Dan jika kami kalah,, pasti dipertanyakan Mahkamah Agung. Karena 2 hakim itu masih menjaga karirnya.

Tidak begitu lama diberitahu bahwa kami menang perkara. Artinya dalil hakim Pengadilan Negeri salah. Dengan kata lain dalil hakim Pengadilan Tinggi benar. Kami langsung berdoa berterima kasih.

Proses perkara di Mahkamah Agung.

Restaurant

Sebaliknya, terdakwa langsung kasasi ke Mahkamah Agung. Mereka mengerahkan 3 pengacara. Sedangkan kami tanpa pengacara. Selanjutnya menunggu proses perkara di MA. Kami tidak tahu proses perkara di MA. Karena tidak boleh ketemu hakim Agung. Sudah diputus atau belum tidak tahu. Rasanya lelah dan marah dipermainkan. Lagi pula sidang perkara di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung tidak dihadiri kedua fihak. Hanya Majelis hakim yang sidang.

Akhirnya, saya coba melihat info di komputer di ruang tunggu. Nihil, tidak ada informasi. Lalu ketemu kepala bagian Perdata. Seperti biasa alasannya tidak masuk akal. Dengan rasa gondok ketemu dengan Direktur Perdata. Hanya sebentar, dia menjawab :”Tunggu saja surat di rumah” . Dia berkata tanpa menatap wajah saya. Saya keluar dengan membanting pintu.

Dengan lunglai saya dan istri berjalan ke parkiran. Seorang security yang sering ketemu mendekat. “Wajahnya agak marah, kenapa pak”?., tanyanya. “Itu Direktur tidak mau memberitahu perkara kami”, jawab saya acuh. “Bisa saya bantu pak?”., katanya lagi. Saya sebetulnya agak ragu ragu. Tapi apa salahnya dicoba. Saya bilang :” Ya boleh boleh”. Lalu dia pergi. Mungkin sekitar 45 menit kami tunggu di kafetaria. Dia datang menyerahkan amplop coklat. Setelah dibuka isinya Surat keputusan menang perkara. Terdakwa harus membayar 12 bulan sewa seperti tuntutan kami. Pantas kami mengucapkan terima kasih kepada security tsb. Menerahkan uang rokok sekadarnya. Pada masa itu Security cukup berperan. Bahkan diberitakan di koran. Tapi setelah diberitakan sempat security tenang.

Ternyata Hakim Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi. Dan keputusan berkekuatan hukum tetap. Selanjutnya menanti proses eksekusi. Kami berdoa mengucap syukur. Wajah muram berganti ceria. Lalu makan enak merayakannya. Tapi keputusan ini belum tentu dibayar oleh terdakwa. Atau kapan membayarnya karena mereka pengusaha kuat. Sebaliknya usaha kami kecil dan baru berdiri.

Proses negosiasi dengan terdakwa.

Berikutnya, saya menelpon terdakwa bahwa copy Surat Keputusan MA sudah ditangan saya. Lalu mereka langsung mengundang makan siang. Disitulah saya tunjukkan copy SK Mahkamah Agung. Dengan ramah mereka minta ketemu. Pertemuan pertama itu, mereka nego. Besar negosiasi sebesar 25% dari Surat keputusan. Karena mereka perusahaan Pelayaran besar. Menganggap remeh kami.

Kedua kali makan sian nego lagi. Besarnya naik jadi 35%. Kami tetap tidak bergeming. Karena merasa disepelekan maka kemudian kami mengundang makan siang. Saya menyiapkan Surat ke Kapolres. Isinya bahwa terdakwa melakukan tindak pidana. Yaitu menjual alat berat yang telah disita Pengadilan Negeri. Penyitaan ini kami yang minta. Dan terdakwa sudah menanda tangani. Karena dalam hukum dikenal istilah “Conservatory beslag”. Mungkin mereka lupa. Ini alat kami untuk menekan terdakwa. Dan ini bisa diminta kepada Juru sita di Pengadilan. Fungsinya sebagai upaya paksa. Sesuai UU No 14 thn 1970 dng perubahannya. Lagi pula saya sedikit mengerti hukum Perdata. Baik di Universitas maupun di Bank.

Di meja makan saya berkata:” Surat ini siap kirim”. Lalu saya tambahkan :”jika tidak dibayar, Dirut masuk penjara sekian tahun”. Mendengar itu Direktur dan manager minta berunding berdua. Setelah kembali ke meja makan.mereka bererkata :”Kami lapor dulu ke Dirut “.

Dua hari kemudian terima telpon setuju akan dibayar. Lalu disebutkan pembayaran di kantor Notaris. Akhirnya ditanggal yang ditentukan kami ketemu. Selembar Bilyet Giro 9 nolnya. Sepanjang perjalanan pulang kami tidak berhenti bersyukur. Proses perkara 2 thn yang melelahkan terbayar. Dan kesabaran itu sangat penting.

Kesimpulan adalah perkara perdata dapat dilakukan tanpa pengacara. Tetapi harus yakin kita difihak yang benar. Jangan terintimidasi tekanan. Dan dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Diatas semua itu jangan menyuap.

Baca juga BIOGRAPHY KEHIDUPAN SEORANG BANKIR.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
rudy barus Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
rudy barus
Guest
rudy barus

berani karena benar