MEMBANGUN BRANDING PRODUK


Nui Mahendranatha. Editor Pino Situmeang

Bidang usaha baby shop, kebutuhan baby dan mommynya sangat besar. Usaha yg sudah dimulai 7 thn yg lalu itu dimulai dengan membuat web site, penjualan on line.
Agar pelanggan percaya, perlu juga punya toko off line sehingga jika barang rusak bisa dibawa ke tokonya. Dengan cara ini bisa mempertahankan branding produk.


Keunggulan branding produk


Dalam perjalanannya jatuh bangun berdarah darah memperbesar pasar . Caranya adalah dengan memanfaatkan IT disamping web juga You tube. Sehingga dalam fikiran costumernya tertanam branding produk tokonya.

Menanamkan branding logo Tipo dimana mana itu penting biar gak ngomong, tetapi banyak org tau kita. Santai2 buka medsos, eh lihat mobil seliweran, dengan boneka Tipo Permata Jaya. Akhirnya alam bawah sadar konsumen tertanam branding produk kita.

Ketika punya keunggulan user tdk akan berpaling hati. Karena kekuatan gaung masyarakat pengguna akan terus berlanjut. Sehingga akhirnya branding produk kita nancep.

Sejak awal ada 4 langkah strategys yang perlu fokus:
1. Memiliki passion
2. Menari supplier
3. Mencari market
4. Membenamkan modal

Pembahasan 1 Passion :
Memiliki passion itu WAJIB, dengan semangat belajar tinggi di semua lini. Mengenal fitur produk harus hapal sampai ke akarnya, agar bisa menjual keunggulan.

Pembahasan tahap 2 : Riset & Survey.
Saya melakukan riset sumber barang secara langsung. Mengggali informasi toko grosiran melalui internet. Pahami betul dalam stokis barang perlu menanamkan modal. Jika modal terbatas perlu strategy khusus dalam menjaring konsumen.

Pembahasan tahap 3 : Mencari pasar.
Saya sangat fokus mencari pasar calon pembeli. Menghadapi persaingan yg semakin ketat, daya beli, life style hingga tingkat pendidikan ibu bisa dibidik dengan strategi khusus.

Kreatif, fokus dan konsisten

KREATIF, FOKUS DAN KONSISTEN
Bersahabat dengan teknologi dan selalu kreatif terbukti ampuh. Riset saat memasang iklan tertarget berdasar data statistik itu mudah.Tapi jangan remehkan iklan RADIO jika ingin menjaring pasar di lokasi 25km.

Semua upaya memerlukan perjuangan. Dan perjuangan manis tidak akan bisa dinilai dgn apapun juga
Tapi usaha bisa gampang kalau mau membuka diri, belajar dan berbagi.
Namun jangan diam saja jika sudah dihajar rugi babak belur. Pada saat bisnis jatuh terjun, segera pelajari. Apa sebenarnya yang salah! Dan bagaimana bisa begitu??

Pembahasan tahap 4 : Modal.
Kalau persoalan modal banyak sekali jalannya. Percaya atau tidak, modal saya 70% adalah jari dan dengkul.
Sisanya, 30% dr perputaran uang yang dibenamkan, gadai motor dan kartu kredit. Semua bergerak, modal itu bisa dicari dan gampang. Tapi saat cashflow lancar ajukan ke bank, nanti bank justru yg ngejar.
Modal awal saya hanya Rp 10jt, sekarang total modal ratusan juta. Jika dihitung dengan property menyentuh Rp M. Semua seperti mimpi, tetapi melalui perjuangan panjang dan berdarah darah.

Pada thn 2012-2015 saya menjajal grosiran, menjadi importir. Akibatnya sampai nafas habis memasarkan barang, stok mangkrak, dan fokus pecah..

Item perlengkapan bayi itu sangat banyak. Kalau modal gede tinggal hajar komplitkan isi toko.Sebaliknya kalau modal sedikit musti di riset dulu..

Pola pikir dan strategy saya adalah :
1. Apa pembeda toko saya dgn toko sebelah?? Toko bayi banyak. Saya harus berfikir gimana caranya org mau berbelanja di toko saya?
2. Fokus penjualan untuk area mana saja? Bagaimana servicenya supaya saya lebih unggul
3. Bagaiman saya bisa modal nol.

Itulah kenapa muncul rental freezer asi..
Untuk lebih lengkapnya bisa klik ibu Nui Tipo permatadi You tube.
Monggo di subscribe. Ada 2 akun.. 1 Paparan produk tipo corner, 2. Soft audio visual digital marketing (ujung2nya akan endorse toko sendiri).



1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga : MEMBANGUN BRANDING PRODUK […]